KETIKA GELOMBANG DISRUPSI MENGHANTAM DUNIA

Disruption
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pada abad ke 20 mobil bertenaga bahan bakar hadir sebagai produk yang menggantikan fungsi dari kereta kayu bertenaga kuda. Perlahan tapi pasti dunia menyaksikan fase disrupsi yangmana terjadi proses pudarnya bisnis bengkel kereta kayu dan peternakan kuda. Pada saat bersamaan pula bengkel otomotif, perusahaan jasa asuransi, dan mesin pompa bensin hadir dalam kehidupan manusia.

Demikian pula sifat pekerjaan yang pada mulanya sangat dekat dengan alam, tidak menimbulkan polusi, dan tanpa mesin berubah menjadi pekerjaan yang sangat mekanis, penuh polusi, serta membutukan keterampilan khusus. Sederhananya masyarakat pertanian dan peternakan berubah menjadi masyarakat industri dan jasa.

Pada saat proses transisi itu terjadi, anda akan melihat kelompok orang yang tidak siap dan berusaha menolak proses disrupsi tersebut (perubahan). Pengangguran menjadi sesuatu yang tidak terelakan, serta membuat manusia untuk berfikir lebih jauh akan pentingnya ketrampilan dan kreatifitas dalam dunia usaha.

Hari ini dunia dikejutkan lagi oleh proses disrupsi lainnya, seperti perpindahan mobil bertenaga bensin ke mobil berteknologi tinggi yang dapat dikendalikan melalui smartphone. Kemungkinan petugas bengkel otomotif, bukan lagi seorang montir yang dikenal pada abad 20. Melainkan para ahli IT yang bekerja melalui perangkat lunak (software). Yah dengan kata lain Internet of Things akan memerankan perannya secara maksimal didalam kehidupan manusia.

Well, bisa saja saat ini dunia sedang menyaksikan runtuhnya (terdisrupsi) perusahaan – perusahaan dan brand – brand besar yang dulu begitu kuat serta tak terkalahkan. Tumbang disana sini seperti yang dialami oleh Kodak, Nokia dan lainnya akibat disrupsi yang dilakukan oleh pendatang dengan membawa teknologi terbaru.

Saya harus menyampaikan bahwa hampir semua industri incumbent (para pemain lama) tengah bertarung menghadapi proses disrupsi dengan menghadapi lawan – lawan baru yang masuk tanpa mengikuti pola bisnis yang kita kenal sebelumnya. Sebagian dari mereka tak terlihat, tidak terbendung dan tahu – tahu sudah menjadi sedemikian besar. Mereka langsung bergerak secara cepat dan tepat kedalam pasar, langsung menuju end user melalui smartphone.

LOGIKA BERFIKIR DISRUPSI

(Sumber Gambar : https://su.org)

Saat dunia berubah, banyak dari industri lama terdisrupsi tanpa bisa terelakan lagi. PHK karyawan terjadi dimana – mana dan industri besar dari pemain lama mulai berjatuhan. Perlu dipahami bahwa dunia yang mengalami perubahan dinamis saat ini sering dikaitkan oleh isu pertumbuhan ekonomi, ancaman kompetisi global, perang dagang, dan serangan buruh atau produk migran dari negara asing.

Disrupsi memang terpresepsi berat bagi siapa saja yang menghadapinya. Bermula dari deception atau semacam penyangkalan – ketidakterimaan, kemudian semakin terdisrupsi, dan lebih menggurita lagi.

Kita semua tengah menghadapi persoalan yang sama, terbelenggu dengan cara berfikir lama sehigga sulit untuk menerima fakta dan cara baru dalam mengendalikan bisnis di dunia melalui disrupsi. Bahkan banyak yang berfikir bahwa, solusi untuk menghadapi Disruption adalah motivasi. Dan motivator pun menjadi profesi yang tumbuh bak jamur di musim hujan.

Disrupsi menjadi semakin berat, karena banyak orang termasuk pebisnis berfikir bahwa mereka belum paham siklus apa yang sebenarnya terjadi. Mereka juga berfikir telah melakukan cara yang terbaik, melalui langkah manajerial yang sistematis, prinsip strong brand, dan inovasi pun telah diterapkan secara maksimal.

Saat ini para pengamat dan regulator menyebut bahwa disrupsi lahir tanpa aturan hukum. Mereka menghasilkan inovasi yang melanggar hukum, tidak sesuai dengan peraturan, dan tanpa membayar pajak. Pihak yang terganggu tentunya akan mendukung penuh regulator untuk membenturkan para disruptor dengan aturan hukum yang ada.

Model bisnis mereka cendrung tampil untuk tidak terlihat, tidak seperti tradisi yang dibangun dalam ekonomi manufaktur yaitu ekonomi memiliki (Owning Ecomomy) pun ikut terdisrupsi. Kemudian diperlukan dukungan dari para ilmuwan untuk membaca tanda – tanda zaman kedepannya. Namun, tidak dapat dihindari pada saat perubahan terjadi akan selalu ada kesulitan yang dihadapi pada proses transisinya.

PEMAHAMAN DISRUPSI

(Sumber Gambar : picswe.net)

We didn’t do anything wrong, then we lost” ujar Stephen Elop, CEO Nokia. Sebelum menyerahkan devisi handset usahanya yang begitu berjaya kepada Microsoft. Nokia tidak melakukan kesalahan apapun, tapi kemudian produk mereka hilang, tergusur, tergantikan, mereka terdisrupsi dan tidak lagi diminati pasar. Itulah Sustaining Inovation yang dulu dianjurkan oleh para ahli.

Menyaksikan terdisrupsinya merek – merek besar yang tak pernah kita duga akan secepat itu terjadi. Tanpa kesalahan apapun. Akibat disrupsi yang terjadi dimana – mana, banyak pewirausaha yang memainkan peran menjadi disruptor dengan harapan agar tidak ikut terdisrupsi. Perusahaan yang berdiri layaknya jamur di musim penghujan tersebut, dikatakan dengan istilah “Startup“.

Startup bukanlah usaha kecil, melainkan usaha yang baru dimulai dengan line management yang kecil. Usaha ini menjadikan teknologi sebagai senjata, mereka memiliki ambisi untuk menjadi besar, mendisrupsi pasar dan berperan secara global. Pembiayaan mereka juga tidak melalui perbankan melainkan Venture Capital.

Baca : STEVE JOBS : RASA INGIN TAHU PENDIRI APPLE ✓

DAMPAK DARI DISRUPSI

(Sumber Gambar : Vimeo.com)

Hal yang perlu kita sadari bahwa dunia telah berubah dalam segala situasi, diantaranya :

  1. Teknologi telah mengubah tempat dimana manusia berpijak. Teknologi telah mengubah semua produk membutuhkan jasa, yaitu jasa digital. Kemudian membentuk marketplace dan platform baru.
  2. Munculnya generasi baru sebagai pendukung gerakan teknologi ini. Mereka tumbuh sebagai kekuatan mayoritas dalam peradaban baru yang menentukan arah peradaban masa depan. Mereka adalah generasi Millennials.
  3. Kecepatan luar biasa yang lair dari Microprocessor dengan kapasitas ganda, menyebabkan teknologi bergerak begitu cepat. Hal ini juga menuntut manusia untuk berfikir dan bertindak lebih cepat lagi, berfikir secara eksponensial bukan secara linear. Kemudian lebih dikenal dengan istilah “Mindset Distruptive“.
  4. Bukan cuma teknologi yang tumbuh, melainkan bisnis model menjadi lebih berkembang. Bisnis model yang semakin berkembang sangatlah distruptive sehingga menyebabkan harga produk menjadi lebih terjangkau (affordable), mudah diakses (accessible), lebih sederhana (simple), dan lebih merakyat. Generasi baru memperkenalkan Sharing Economy, on Demand Economy.
  5. Teknologi telah memasuki gelombang ketiga, yaitu IoT (Internet of Things). Itu berarti media sosial telah mencapai puncaknya. Dunia kini telah memasuki dunia smart device yang berarti mendorong manusia untuk melakukan kolaborasi. Smart home, smart city, smart shopping merupakan realitas baru yang harus kita hadapi. Hal ini menciptakan peluang, sekaligus ancaman bagi dunia usaha.

Terjadilah disrupsi. Inilah perubahan yang membuat incumbent menjadi usang dan kehilangan relevansi dalam menghadapi dunia baru. Perubahan yang terjadi diawali dengan hal yang kecil sedemikian kecil sehingga terabaikan oleh mereka yang besar. Disrupsi bahkan tidak terlihat, terjadi dari pintu ke pintu, langsung kepada pelanggan, dan tanpa tanda yang dapat dibaca sebelumnya.

Tiba – tiba manjadi begitu besar. Sementara kita masih terperangkap dalam pertempuaran internal yang rumit. Pertempuran antara incumbent yang menolak untuk terdisrupsi oleh generasi barunya. Inilah karakter sesungguhnya generasi pada abad ke-21 : cepat, mengejutkan dan memindahkan.

Referensi :
[1] Disruption, Rhenald Kasali


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

About F Joanda

Dirutkece adalah brand. Menjadi kebanggan tersendiri untuk saya ketika bisa berbagi banyak hal kepada orang lain.

View all posts by F Joanda →

13 Comments on “KETIKA GELOMBANG DISRUPSI MENGHANTAM DUNIA”

  1. bacaan yang menarik… setiap perubahan pasti ada massanya.. dan perubahan kadang terus dan terus…
    Tips untuk selalu siap dengan kondisi fase yang akan terus berubah ini om?

  2. Hey! I could have sworn I’ve been to this blog before but after browsing through
    some of the post I realized it’s new to me.
    Anyways, I’m definitely delighted I found it and I’ll be book-marking
    and checking back frequently!

  3. Hey there! I could have sworn I’ve been to this blog before but after checking through some of the post I realized it’s new to me.
    Anyhow, I’m definitely delighted I found it and I’ll be bookmarking and checking
    back often!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *