PENTINGKAH ? MARKETING PLAN DALAM SEBUAH BISNIS

Marketing Plan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Marketing plan merupakan salah satu unsur penting dalam kegiatan mengelola bisnis. Perusahaan yang telah berdiri membutuhkan marketing plan sebagai perencanaan sistematis dalam upaya membujuk konsumen untuk membeli produk kita.

Dalam praktiknya marketing plan perlu dibuat terlebih dulu sebelum perusahaan merilis (launching) sebuah produk dipasaran. Hal ini dilakukan agar produk yang akan di rilis telah tervalidasi, terukur dan tepat sasaran sehingga bisa laris manis dipasaran.

Setelah memperoleh defenisi dan konsep marekting pada postingan sebelumnya, sebagai dasar pemikiran para pembaca. Tiba saatnya pembahasan mengenai markerting plan agar pembaca dapat secara langsung mengimplementasikan langkah-langkah marketing plan tersebut kedalam bisnis yang anda miliki.

Baca : MARKETING BISNIS : DEFINISI DAN KONSEP DASAR MARKETING ✓

1. MENENTUKAN TUJUAN MARKETING PLAN

(Gambar : Tujuan)

Menentukan tujuan merupakan langkah awal untuk melakukan hal apa pun termasuk dalam membuat marketing plan. Hal ini sangat perlu dilakukan karena tanpa ada nya tujuan yang jelas marketing plan yang dibuat tidak akan berfungsi secara optimal.

Layaknya sebuah bisnis yang berdiri tanpa ada nya visi dan misi, sulit untuk berkembang jauh lebih baik dari sebelumnya. Karena para staff dan manajemen tidak mendapatkan tujuan yang jelas dari perusahaan.

Sehingga menentukan tujuan menjadi begitu penting dalam membuat marketing plan. Dengan tujuan yang jelas, marekting plan yang dibuat akan menjadi lebih tersistem, terarah dan teratur. Hal ini juga akan berimbas pada produk yang akan di rilis, dengan adanya tujuan membuat produk menjadi lebih tepat sasaran, tervalidasi dan memiliki nilai dipasaran.

2. MARKET RESEARCH

(Gambar : Riset Pasar)

Melakukan riset pasar adalah langkah lanjutan untuk memulai marketing plan setelah ditentukannya tujuan. Saya sangat menyarankan agar hal ini menjadi fokus utama saat ingin melakukan launching produk dan atau jasa. Pada tahap ini pula anda harus menemukan “What’s the Problem?” (apa permasalahannya) and “Find the Solution” (temukan solusinya).

Dengan menemukan masalah yang dimiliki oleh pasar dan belum terdapat solusi disana, itu berarti anda menemukan sebuah “Opportunity” (peluang baru) yang berpotensi menjadikan produk / jasa anda sukses dipasaran.

Kemudian dari masalah yang ditemukan, anda dituntut untuk memahami permasalahan tersebut serta mengidentifikasinya. Apakah permasalahan yang telah diberikan solusi melalui produk anda dibutuhkan pasar atau tidak ? Saya menyarankan, apabila anda telah menemukan permasalahan dan mampu menyediakan solusi. Anda perlu menganalisa kembali apakah solusi yang anda ciptakan dibutuhkan pasar atau tidak.

(Gambar : Masalah – Solusi)

Jika berdasarkan analisa, solusi yang anda ciptakan tidak dibutuhkan oleh pasar. Maka, saya meminta anda untuk mencari “What’s the Problem?” (apa permasalahannya) and “Find the Solution” (temukan solusinya) lain nya.

Selanjutnya analisa kembali tentang dibutuhkan atau tidaknya solusi anda di pasaran. Sampai masalah yang anda temukan dan solusi yang anda ciptakan benar-benar dibutuhkan oleh pasar.

Kemudian muncul pertanyaan seperti dibawah ini ;

“Kenapa setelah menemukan masalah dan diberikan solusi, perlu dilakukan analisa kembali mengenai dibutuhkannya atau tidak solusi anda dipasaran ?”

“Kenapa tidak digunakan secara langsung saja, data hasil riset tersebut ?”

“Bukannya kita telah menemukan masalah dan menciptakan solusinya ?”

Nah, apabila timbul pertanyaan seperti diatas tentu sah-sah saja. Namun saya akan memberikan sedikit penjelasan perlunya menganalisa kembali solusi yang anda ciptakan dibutuhkan pasar atau tidak.

Saya berharap anda bisa memahami teori sederhana ini sampai kapan pun. Sebab teori ini merupakan “konsep pemikiran dasar” yang di pegang oleh pebisnis manapun. Berikut teori sederhana nya;

(Gambar : Masalah – Kebutuhan – Pembelian)

Berikut contoh jenis usaha yang memenuhi konsep dasar diatas :

GO-JEK

(Gambar : Go-jek.com)

Go-Jek adalah jenis usaha yang saat ini menuai keberhasilan di bidangnya. Siapa yang tidak mengenal go-jek ? Bisnis ini benar-benar bertransformasi menjadi bisnis yang bersifat primer dan dibutuhkan oleh banyak orang terutama di kota besar.

Tentu saja go-jek memenuhi konsep pemikiran diatas, dimulai dari Masalah – Kebutuhan – Pembelian. Dimana masalah yang ditemukan oleh Nadiem (Founder Gojek) adalah Kemacetan. Masalah ini menjadi cukup serius bagi mereka yang hidup dan beraktivitas di kota besar.

Berawal dari masalah kemacetan, Nadiem kembali menganalisa apakah hal tersebut dibutuhkan ? dan jawabannya adalah IYA. Nadiem melihat pasar (masyarkat) sangat Membutuhkan solusi praktis untuk menyelesaikan masalah kemacetan tersebut.

Setelah dirasa masalah, solusi dan kebutuhan disinyalir benar-benar positif dibutuhkan. Dengan insting wirausahanya Nadiem menciptakan sebuah produk digital berupa jasa angkutan roda dua yang diberi nama Go-jek.

Nadiem paham benar bahwa banyak dari masyarkat yang berkativitas, sangat menghargai waktu mereka. Buktinya Go-Jek sampai hari ini hampir tidak pernah sepi orderan alias menghasilkan banyak Pembelian (order).

Sehingga keputusan yang diambil untuk menciptakan bisnis transportasi digital (Go-Jek), mengantarkan Nadiem menjadi salah satu pemuda yang berhasil di Indonesia dalam bidang bisnis digital. Karena mampu menjadi solusi untuk mengatasi masalah kemacetan yang dihadapi oleh masyarakat kota besar.

Nah, ini merupakan salah satu bentuk usaha yang dimulai dengan konsep pemikiran Masalah-Kebutuhan-Pembelian. Sudahkah produk / jasa anda memenuhi konsep diatas ? Jika belum segera penuhi dan analisa kembali.

Baca : APPS KEUANGAN BULANAN PART 1 : WAJIB COBA !✓

3. MARKET IDENTIFY

(Gambar : Identifikasi Pasar)

Melakukan identifikasi pasar menjadi langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh anda dalam membuat marketing plan. Ketika anda menjadi seorang pengusaha, anda juga perlu mengetahui tentang ceruk pasar yang akan produk anda masuki.

Hal ini dilakukan untuk mempermudah anda dalam bersaing di pasaran. Dengan memahami market identify anda bisa membuat target pasar lebih mengerucut dan tepat pada target pasar yang telah anda tetapkan.

Dalam mengidentifikasi market saya merekomendasikan anda untuk menggunakan tools “Market Segmentation”. Tools ini sangat efektif dalam upaya mengidentifikasi ceruk pasar yang akan anda pilih.

Berikut penjelasan bagaimana “Market Segmentation” berfungsi :

(Gambar : Market Segmentation)

A. GEOGRAPHIC

Segmentasi pasar yang mengidentifikasi secara detail mengenai Kota, Kota Kelas I/II, Dalam dan / Luar negeri.

B. DEMOGRAPHIC

Segmentasi pasar yang mengidentifikasi secara detail mengenai Gender (Jenis Kelamin), Usia, Kelas Ekonomi, Pekerjaan dari target konsumen.

C. PSYCOGRAPHIC

Segmentasi pasar yang mengidentifikasi secara detail mengenai Minat, Preferensi, dan Kesukaan target konsumen.

D. BEHAVIOR

Segmentasi pasar yang mengidentifikasi secara detail mengenai Perilaku dan Kebiasaan target konsumen.

Jenis usaha yang akan saya jadikan contoh, untuk mempermudah anda mengidentifikasi pasar menggunakan tools “market segmentation” adalah sebagai berikut :

MCDONALD’S

(Gambar : Mcdonalds.co.id)

Geographic : Segmentasi Urban Area (Area Perkotaan)
Demographic : Usia 25-50 Tahun, Kelas Ekonomi A dan B
Psycographic : Penyuka Makanan Eropa (Burger dan Kentang)
Behavior : Konsumen dengan keinginan serba “Praktis”

Dari contoh segementasi pasar seperti diatas. Anda akan terbantu dalam menentukan dimana tempat anda mendirikan bisnis, target usia konsumen anda, preferensi konsumen anda, bahkan sampai kepada behavior dari target konsumen anda dapat ditentukan dengan tools tersebut.

4. PRODUCT DEVELOPMENT

(Gambar : Product Development)

Tahap selanjutnya adalah tahap pengembangan produk (product development), tahap ini sekaligus menjadi tahap terakhir untuk materi yang akan saya bahas dalam postingan ini.

Tahap – tahap lanjutan marketing plan nantinya akan saya bahas pada postingan selanjutnya. (klik disini)

Pengembangan produk berarti anda sudah memiliki sebuah produk, kemudian produk tersebut dikembangkan kembali agar benar-benar mendekati versi terbaiknya sebelum di rilis dipasaran. Tahap ini juga akan dilakukan proses validasi, dimana produk anda diuji pada market kecil (mikro) melalui calon konsumen yang melakukan trial dilapangan.

Adapun tahapan-tahapan yang akan dilalui dalam tahap pengembangan produk, diantaranya :

(Gambar : Product Development)

A. CONCEPT

Pada tahap ini beberapa hal yang mendasar sangat perlu diperhatikan, seperti Idea generation (Ide), Problem to solve (Masalah), Market studies (Pasar), dan Environment (Lingkungan).

Sebelum melangkah ke tahapan lanjutan, secara konsep produk harus dipersiapkan secara matang.

B. DEVELOP

Tahap pengembangan, dimana konsep produk yang telah dipersiapkan dengan matang akan dikembangkan sedemikian rupa sehingga memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran.

Dalam tahap ini anda dituntut untuk mempersiapkan produk dengan memenuhi fase sebagai berikut:

  1. Produk memiliki Prototype
  2. Produk dengan Minimum Viable Product (MVP)
  3. Testing, Q & A, dan Test Market Selling (Product)
(Gambar : Tahapan Product Development)

C. VALIDATION

Pada tahap validasi, anda diminta untuk memahami dan menentukan ceruk pasar yang sesuai dengan target produk anda. Anda juga diminta untuk menganalisa berapa besar pasar yang akan anda masuki, berapa banyak kompetitor sejenis yang akan anda hadapi, dan seberapa besar potensi produk anda di pasar.

Fase yang harus dianalisa pada tahap ini, antara lain :

  1. Segmentation
  2. Market Size
  3. Potential Market
  4. Competition

Berikut contoh, untuk mempermudah anda :

(Gambar : Market Share PC)

Gambar diatas merupakan contoh dari Market Share PC Q1 2017, dari data diatas juga dapat dianalisa seberapa besar pangsa pasar yang dimiliki, siapa saja kompetitor yang dihadapi, berapa besar potensi produk anda dipasaran, serta analisa mengenai produk anda termasuk dalam segmentasi mana? segmentasi kelas atas, menengah atau bawah.

Nah, sampai disini paham kan ? kenapa anda perlu melakukan validasi produk anda terlebih dahulu sebelum produk di launching.

Jawabannya, agar anda tau arah dan tujuan produk anda yang akan dimasukan kedalam pangsa pasar sesuai dengan target dan tujuan anda. Anda juga perlu tau tentang kompetitor diluar sana. Agar anda tau kelebihan dan kelemahan yang dimiliki oleh produk anda sendiri.

Kemudian bisa anda perbaiki secepat mungkin, untuk dapat bersaing dipasaran.

D. LAUNCH

Sampai tiba saat nya setelah produk yang anda miliki telah anda kembangkan dan dirasa cukup siap untuk di rilis dipasaran. Proses ini disebut juga dengan istilah Launching Product, yaitu proses dimana produk anda sudah selesai diproduksi dan siap untuk dipasarkan dipasaran. Sembari menunggu keuntungan yang dihasilkan melalui sales dari produk yang terjual.

Namun, ada beberapa tahapan marketing plan lainnya yang harus anda lalui antaranya :

  1. Pricing Strategy
  2. Sales & Marketing Strategy
  3. Distribution Plan

Dan beberapa langkah marketing plan lainnya, yang akan saya bahas pada postingan berikutnya dengan pembahasan yang jauh lebih lengkap dan menarik.

Sampai jumpa pada postingan selanjutnya.

Anda terbantu dengan artikel ini ? Silahkan share agar menjadi lebih bermanfaat 😊.



  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

About F Joanda

Dirutkece adalah brand. Menjadi kebanggan tersendiri untuk saya ketika bisa berbagi banyak hal kepada orang lain.

View all posts by F Joanda →

11 Comments on “PENTINGKAH ? MARKETING PLAN DALAM SEBUAH BISNIS”

  1. “ Sungguh sangat bermanfaat pencerahannya, . Bravo mas fit ,..sukses selalu dunia & akherat Aamiin YRA

  2. autolike, autoliker, Autoliker, Increase Likes, Auto Like, Status Auto Liker, Auto Liker, auto liker, ZFN Liker, Photo Liker, Photo Auto Liker, Autolike, Status Liker, auto like, Autoliker, Autolike International, Working Auto Liker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *