STRATEGI EKSPANSI – INTEGRASI VERTIKAL DAN HORIZONTAL

integrasi vertikal dan horizontal
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Integrasi vertikal dan horizontal merupakan bagian dari strategi pengembangan bisnis.
Perusahaan yang ingin melakukan ekspansi bisnis melalui merger dan akuisisi harus memutuskan strategi yang akan digunakan antara integrasi vertikal dan horizontal. Mengkombinasikan bisnis yang terlibat dalam katagori bisnis yang sama atau pun aktivitas bisnis yang berbeda.

Perusahaan akan memilih beberapa strategi ketika melakukan merger atau menjadi bagian dari akuisisi. Dua dari hal yang paling umum adalah integrasi horizontal dan vertikal. Integrasi horizontal merupakan kesepakatan antar kompetitor yang memiliki produk sejenis, seperti mobil ataupun handphone.

Pada umumnya bersaing dengan memperebutkan pasar, baik klien (konsumen) ataupun supplier yang sama. Sebagai hasil dari merger dan akuisisi, yang mana perusahaan baru terbentuk dapat menghemat biaya produksi, distribusi, penjualan dan pemasaran.

Integrasi vertikal merupakan kesepakatan antar perusahan dangan bisnis yang terlibat dengan industri yang sama tetapi berbeda tingkatan. Sebagai contoh antara perusahaan komputer dengan manufaktur yang menyediakan komponen tersebut. Kesepakatan ini bisa berupa Hulu (Upstream) menuju pasar (konsumen) ataupun menjadi Hilir (Downstream) kearah operational dan produksi.

  • Literal Integration – Merupakan nama lain atau istilah lain dari Integrasi Horizontal.
  • Horizontal Monopoly – Ketika sebuah perusahaan berhasil mengendalikan pasar, setelah melakukan pembelian perusahaan kompetitor melalui strategi integrasi horizontal.
  • Synergy – Potensi yang muncul dari perusahaan yang melakukan merger (bergabung) menjadi lebih berhasil sebagai entitas tunggal.

BACA : MERGER DAN AKUISISI : STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS✓

TIPE MARGER DAN AKUISISI

Sumber Gambar : Muamalat.net

“31% bisnis yang tersebar di dunia merencanakan untuk melakukan ekspansi bisnis melalu strategi merger atau akuisisi dalam kurun waktu 3 tahun sejak 2014”.

  • Conglomerate
    Mengkombinasikan dua perusahaan yang tidak memiliki kesamaan ; Pada tahun 1985, pembuat rokok Philips Morris menjual seluruh jenis makanan. Jalur bisnis baru yang tidak memiliki hubungan dengan tembakau.
  • Market Extension
    Kombinasi dua perusahaan yang menjual produk sejenis tetapi berbeda target pasar. Sebagai contoh ; Pada 1966, perusahaan the Union Pacific Railroad mengakuisisi korporasi the Southern Rail Pacific untuk saling terhubung lebih dekat antar wilayah US.
  • Product Extension
    Perpaduan dua perusahaan yang menjual produk berbeda namun saling terkait pada target pasar yang sama. Contoh pada 2014 Microsoft membeli Nokia dengan maksud menstimulasi penjualan personal computer (PC) yang lesu dan kelemahan pada pasar merangkat mobile.

MODEL INTEGRASI VERTIKAL DAN HORIZONTAL DALAM PRAKTEKNYA

Sumber Gambar : Firmansiyadiblog.com

Sebagai contoh hipotesis yang diambil ; Kelompok perusahaan percetakan, penerbit, dan toko buku yang melakukan merger atau akuisisi satu dengan lainnya. Melalui kesepakatan integrasi vertikal ataupun horizontal yang bertujuan untuk memperkuat posisi pasar, mengambil keuntungan dari ecomies of scale, dan mengeksploitasi synergy.

Integrasi Horizontal
Integrasi Vertikal

BACA : SUMBER PENDANAAN : PENINGKATAN MODAL USAHA✓

MANAGEMENT BUY INBUY OUT (BIMBO)

Sumber Gambar : vfdnet.com

Kepemilikan perusahaan bisa saja menjalani pergantian. Dapat dikendalikan dari pihak eksternal yang dikenal dengan manajemen buy in, atau pun dari pihak internal yang dikenal dengan nama manajemen buy out. Didalam MBI (management buy in), kelompok dari manager atau investor luar yang menawarkan sejumlah uang untuk membeli saham mayoritas perusahaan. Kemudian mengambil alih peran manajemen.

Tindakan seperti ini muncul kepermukaan, karena perusahaan kurang bernilai (undervalued) dan kurang perform (underperform). Sedangkan tipe MBO (management buy out), manajemen dari perusahaan yang ada melakukan pembelian menyeluruh atau sebagian dari perusahaan yang mereka kerjakan.

Meskipun namanya MBO (management buy out), tetapi tidak terbatas hanya kepada manager saja. Melainkan bisa juga termasuk karyawan dari berbagai tingkatan organisasi, yang berharap dapat mentransisi dirinya dari seorang karyawan menjadi pemilik perusahaan (owner).

“PEMBELIAN DENGAN LAVERAGE TERBESAR DI EROPA SENILAI US $ 11.1 BILLION”

Chemist Chain Alliance Boots in 2007
  • Earn Out – Persentase dari harga pembelian yang dibayar ke penjual setelah proses akuisisi, apabila performa bisnis sesuai dengan yang diharapkan.
  • Leveraged Buy Out – Mengakuisisi perusahaan dengan modal yang berasal dari uang pinjaman, denga perusahaan lain sebagai bentuk kerjasama pinjaman kolateral.

BUY IN

Buy In

Beberapa perusahaan, seperti bank investasi atau kapital ventura yang mampu menciptakan keuntungan yang cukup besar dengan cara membeli bisnis undervelued, kemudian mentransformasikannya menjadi bisnis yang jauh lebih menguntungkan.

BUY OUT

Buy Out

Proses Buy Out mengizinkan perusahaan besar untuk menjual sebagian atau keseluruhan dari bisnis. Alasanya tidak bukan untuk menolong pemilik perusahaan kecil pensiun atau pun berpindah.

BIMBO (BUY IN – BUY OUT MANAGEMENT)

BIMBO (Buy in – Buy Out)

Tipe transaksi seperti ini yang mana, manajemen yang ada pada perusahaan saat ini melakukan buy out perusahaan yang mereka kelola. Tetapi terdapat tambahan manajemen eksternal yang dibawa untuk menambah kekuatan atas kepemimpinan bisnis dari manajemen perusahaan setelah dibeli.

Referensi :
[1] How Business Works, DK


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

About F Joanda

Dirutkece adalah brand. Menjadi kebanggan tersendiri untuk saya ketika bisa berbagi banyak hal kepada orang lain.

View all posts by F Joanda →

2 Comments on “STRATEGI EKSPANSI – INTEGRASI VERTIKAL DAN HORIZONTAL”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *